Anggita

ABOUT TUTOBIES INSTAGRAM TUMBLR ASK.FM HOME

Rabu, 18 Juli 2012

Singkong VS Burger

Reaksi: 
Kebayang nggak punya pacar yang tampangnya mirip Justin Bieber, jago main basket, jago karate dan pintar main gitar ternyata seorang singkong maniak. Andre, pacarku, cowok keturunan Jawa - Australia ini memang aneh. Ia amat terobsesi dengan segala jenis makanan yang terbuat dari singkong. Keripik singkong, combro, misro, getuk bahkan singkong goreng ala kaki lima adalah makanan favoritnya. Kemanapun pergi tak sekalipun ketinggalan salah satu jenis makanan diatas. Awalnya aku berusaha mengerti tapi lama – kelamaan hobinya yang aneh itu membuatku kesal. Masa sih makan di fast food terkenal harus membawa gorengan. Mau ditaruh kemana wajahku pada orang sekitar melihat aku asyik makan burger sedang ia makan singkong goreng.
“ Mau Cha?” tanya Andre menawariku sekantung keripik singkong saat kami pulang bareng.
Aku menggeleng keras.
“ Bosen!” jawabku ketus.
“ Ini beda lagi rasanya dari yang kemarin. Sekarang rasa sapi panggang” terangnya berusaha membujukku.
“ Nggak ah!” tolakku
“ Nih, cobain deh ! ujarnya seraya menyuapiku beberapa potong keripik singkong kutepis tangannya dengan kasar. Ia terperanjak kaget.
“ Kamu kenapa sih, Cha?” tanyanya heran
“ Kalo aku bilang nggak mau ya nggak mau !” ujarku dengan nada tinggi.
“ Iya, tapi jangan kasar gitu dong ! aku khan cuma bercanda “ sentaknya dengan nada yang sama tingginya denganku.
“ Bercanda kamu berlebihan !” geramku.
“ Kamu aja yang kelewat sensi” ujarnya tidak mau kalah.
“ Kamu yang kelewatan!” balasku
“ Kamu !”
“ Kamu !”
“ Udah turunin aku disini!” jeritku tidak tahan dengan adu teriak nggak jelas.
“ Ya udah!” jawabnya keras sambil mengerem mobilnya mendadak dan membuka kunci pintu otomotis seolah mempersilahkanku turun. Dengan kesal aku turun beberapa detik kemudian ia pergi meninggalkanku sendirian. Wajahku memanas air mata membendung di pelupuk mata. Kutahan agar tidak runtuh karena malu menangis di tengah jalan. Andre benar – benar tega padaku.
“ Dasar singkong sialan !” jeritku kesal sambil menendang batu yang ada di depanku dengan sekuat tenaga.
***
“ Ya, ampun jadi lo berantem ama Andre cuma gara – gara singkong?” tanya Reina heran.
Aku mengangguk kesal.
“ Gue sebel, capek juga ribut ama hal gak penting kaya gini “ keluhku.
Reina terbahak
“ Gue juga heran, pasangan lain ribut gara – gara cemburu ini karena singkong” ujarnya geli.
Aku cemberut.
“ Ya udah dari pada bete kita makan burger d’bons yuk! Lo kan paling suka makan disitu” ajaknya berusaha menghiburku.
Hingga malam hari tak sedetikpun hpku berbunyi. Kutunggu sms atau telepon dari Andre tidak juga ada. Ia benar – benar kelewatan padahal selama ini aku selalu toleran dengan hobinya itu. Jadi nggak salah khan jka aku juga minta ia toleran dengan hal yang kusuka. Hingga aku tertidur dengan hp ditangan Andre tak juga berusaha menghubungiku.
Ini hari kedua tak ada kontak dengan Andre. Tadi siang aku mengalah dengan menemuinya di kelas. Ia bahkan tidak menyapaku padahal semua temannya sepertinya mengerti jika kedatanganku mencarinya. Kalau saja aku tidak menyabarkan diri mungkin tadi sudah ribut lagi melihatnya cuek. Sebenarnya apa sih maunya ? jika masalah kemarin itu di jadikanya alasan untuk menjauhiku bilang saja terus terang tidak usah bersikap seperti ini. Ku ambil hp lalu mengetik pesan untuknya.
To : Andre
Klo km sengaja bkin mslh kemarin sbg alasan wat qt putus, ngomng aja terus trang
Message sent
Beep … beep … kubuka hpku balasan dari Andre
To : Alyssa
Siapa yg mau putus?
Message sent
Beep … Beep
To : Andre
Kamu !
Message sent
Beep … beep
To : Alyssa
Kamu kali !
Message sent
Gak sopan ! ku banting hp ke tempat tidur. Andre tuh emang gak pernah mau ngalah. Lewat smspun bawaanya ngajak berantem. Mungkin sebenarnya hubungan ini gak bisa diteruskan lagi. Aku capek ribut terus dengannya.
***
“ Aku mau putus dari Andre, Ren!” ujarku pada Reina yang sedang main komputer dikamarku.
“ Hah, putus ? yang bener aja, Cha ! masa gara – gara masalah sepele kalian mesti putus, emang gak bisa diomongin lagi “ ujar Reina gusar.
“ Gue udah berusaha baik, tapi sikap Andre makin nyebelin”
“ Coba deh lo jangan sms ngomong langsung aja, suruh Andre kesini” ujar Reina berusaha membujukku untuk bersikap tenang, ia memberikan Hpku agar menelpon Andre. Sejenak aku ragu, tapi mungkin benar ucapan Reina jika di bicarain baik – baik mungkin hubunganku bisa diselamatkan. Kupencet nomer Andre dan kaget saat yang menjawab bukan suaranya.
“ Halo, bisa bicara dengan Andre?” tanyaku ragu takut salah memencet nomer.
“ Hm, Andre ya !” ujar suara renyah seorang cewek dari seberang sana.
“ Ini nomer Andre khan?” tanyaku dengan hati berdebar.
“ Iya, tapi Andrenya lagi …”
Belum sempat suara itu melanjutkan kalimatnya terdengar suara Andre dibelakang “ siapa yang?”.
Aku buru – buru menutup teleponku. “Yang” Andre memanggil “yang” pada cewek itu. Aku meraba dadaku yang berdegup kencang. Selama kami pacaran tidak pernah sekalipun Andre memanggilku dengan mesra seperti itu. Apa itu pacar barunya? Apa itu sebabnya ia cuek padaku dua hari ini? apa itu yang membuatnya mencari gara – gara dengan memakai keripik singkong agar aku marah dan minta putus dengannya? Sejuta pertanyaan berkumpul jadi satu dibenakku. Melihatku terdiam dengan wajah pucat Reina menepuk pipiku. Aku menarik nafas mengatur sakit yang muncul di dada. Saking sakitnya tanpa terasa air mata mengucur deras dari kedua mataku.
“ Icha! Lo kenapa? Andre kenapa?” Seru Reina panik. Aku memeluk tubuh Reina sahabatku, sambil menangis.
“ Andre selingkuh, Rein!” Isakku melepaskan beban di bahu Reina. Reina mengelus punggungku berusaha memberi kekuatan.
“ Mungkin gara-gara gue gak suka singkong, dia milih cewek lain” isakku menyalahkan diri sendiri.
“ Jangan begitu, Enggak mungkin itu dijadikan alasan Andre buat mutusin lo! Gokil banget! -_-" ” Ujar Reina berusaha menghiburmu. 
Rasanya dunia sedang tidak bersahabat denganku. Setiap langkahku berjalan. Aku seperti melihat pohon singkong dimana-mana.
“ Apa gara-gara singkong, Andre berpaling dariku? Apa pacar barunya bisa membuat combro, misro atau makanan dari singkong kesukaannya? Dia dari awal tau aku tidak terlalu suka singkong, tapi kenapa tetap memacariku? Jika akhirnya aku dicampakkan karena ia mendapat cewek lain yang bisa mengerti akan kesukaannya kenapa tidak dari dulu saja. Aku benci sekali padanya!” Ucapmu dalam hati.
 Ini burger ketiga yang aku lumat habis. Tiap kali aku kesal atau marah, aku pasti ke d’bons dan memesan paling sedikit tiga burger sebagai pelampiasan kekesalanku. Biasanya Andre akan tertawa melihatku makan sebanyak itu. Sekarang ia sama sekali tidak suka burger. Sekarang menurutnya makanan itu membuat kolesterol dalam tubuhnya meningkat dan itu tidak baik untuk kesehatan. Sekarang Ia lebih suka memakan singkong dalam bentuk apapun karena selain mengandung banyak vitamin, singkong juga murah dan gampang didapat, jadi kita bisa menghemat uang, itu yang Andre katakan padaku.
Bila ingat semua kenangan itu rasanya ingin menangis, mungkin saat ini ia tengah asyik makan singkong bakar dengan pacar barunya. Sedangkan aku disini malah makan makanan yang membuat berat tubuhku makin bertambah.
“ Kalo masih kurang, nih aku tambah satu lagi!” Ujar Andre yang tiba-tiba saja ada dihadapanku dengan membawa sepotong burger.
“ Mau ngapain?!” Tanyaku ketus.
“ Ini tempat umum, aku bebas dong duduk dimana aja” jawab Andre santai.
Aku membuang muka.
Sejuta kalimat ingin rasanya aku muntahkan, tapi aku tak kuasa berkata apa-apa. Aku mengambil tas dan bangkit dari duduk. Tangan kokoh Andre menahan langkahku.
“ Kamu kenapa?” Tanyanya.
Aku menatap wajahnya yang sok gak bersalah itu.
“ Iya aku tau! Mungkin kamu bosen punya pacar yang gak bisa nemenin makan singkong tiap hari! Tapi bukan itu alasannya untuk kamu selingkuh!” Cerocos mu karena tak kuat lagi menahan sesak.
Andre tertawa terbahak. Ia menarikku untuk duduk kembali.
“ Siapa? Ayang maksudmu? Itu sepupuku dari Australia yang lg nginep di rumah”
Kamu mencibir tak percaya.
“ Kalo kamu gak percaya ikut ke rumah aku, nanti aku kenalin” terangnya sambil mengulum senyum.
Kamu menatapnya sebal.
“ Kita jangan berantem lagi ya. Sorry, kalo selama ini aku maksain kamu untuk menyukai apa yang aku suka” ujar Andre sambil menggengam tanganku.
Aku terdiam seribu bahasa, tapi kemarahan di hatiku hilang mendengar kalimat lembutnya.
“ Makanya sekarang aku mulai menyukai burger kesukaanmu cha, ini burger buatanku lho!” Serunya seraya memotong burger yang dibawanya dengan pisau dan menyuapkannya ke mulutku.
“ Hmm... Enak banget! Ini daging apa kok rasanya beda?” Tanyaku merasakan burger buatan Andre.
“ Itu bukan daging tapi singkong yang aku tumbuk dan kubuat menjadi steak” jelasnya menahan tawa.
Kamu melotot padanya. Andre tambah terbahak, lalu tiba-tiba Andre mencium keningku dan memelukku
“I Love you” bisiknya pelan.
“I Love you too” balasku seraya melepas pelukannya.



The End

#source: Dimuat di Majalah Teen 2011
#source: https://www.facebook.com/note.php?note_id=249991378353823

(Edited by Anggita Nurlyn Ramadhanty)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar